Apa itu Open Innovation? (KHSB #23)

Pada materi sebelumnya kita sudah membahas salah satu cara untuk menghadapi disrupsi adalah dengan inovasi. Ternyata yang namanya inovasi tidak harus dilakukan sendiri dari dalam perusahaan karena kebanyakan inovasi yang ada justru inspirasinya datang dari luar perusahaan. Untuk itulah hari ini kita akan membahas tentang open innovation. Bagaimana perusahaan bisa membuka diri terhadap inovasi yang datangnya dari luar.

Dahulu kebanyakan perusahaan memperlakukan inovasi sebagai aktivitas yang tertutup. Ini yang disebut sebagai closed innovation yaitu pengembangan produk baru lebih banyak dilakukan dengan sembunyi-sembunyi, diam-diam dan bersifat rahasia.

Lalu setelah teknologi itu ditemukan biasanya perusahaan akan menjaga mati-matian teknologi baru tersebut, kalau perlu mendaftarkan paten agar tidak ditiru competitor. Dalam era open innovation ini, kolaborasi jauh lebih penting daripada memenangkan kompetisi.

Tapi sepertinya cara berpikir seperti ini sudah ketinggalan jaman. Karena menurut Richard Watson dalam bukunya The Future File, paten atau hak cipta diperkirakan akan mati beberapa tahun lagi karena kita melihat sendiri dimana-mana orang sudah tidak peduli lagi dengan yang namanya  hak cipta.

Image result for The Future File richard watson

Bahkan Elon Musk, CEO Tesla sampai membuat pernyataan yang bikin heboh yaitu paten mobil listrik yang telah diteliti dan dikembangkan perusahaan selama bertahun-tahun akhirnya dibagikan secara gratis.

Image result for elon musk ceo tesla

Mungkin karena memang kita sudah mulai masuk ke dalam zaman baru yang disebut  dengan open  innovation. Open innovation didefinisikan sebagai cara perusahaan untuk mendapatkan ide dan juga berbagi inovasi dengan pihak dari luar perusahaan.

Open innovation ini kemudian menjadi penting karena beberapa hal, yaitu

  1. Pengembangan produk atau teknologi baru akan cepat memanfaatkan inovasi yang sudah ada di luar perusahaan.
  2. Perusahaan bisa menangkap peluang baru atau ide kreatif dari luar yang selama ini tidak pernah terpikirkan dari dalam perusahaan.
  3. Open innovation menjadi cara mudah perusahaan untuk memperkenalkan dan memperluas penggunaan produk atau jasa layanan perusahaan.

Dulu banyak perusahaan yang memilih untuk melakukan aktivitas riset dan pengembangan produk di dalam perusahaan  melalui divisi R&D atau litbang. Namun dalam perjalanannya, karena perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan bertumbuh secara eksponensial, riset dan pengembangan yang dilakukan perusahaan sering terlambat dalam mengikuti perkembangan zaman.

Itulah sebabnya tidak harus semua jenis inovasi diciptakan oleh perusahaan sendiri. Adakalanya lebih penting perusahaan meningkatkan absorptive capacity untuk menyerap pengetahuan baru dari luar.

Absorptive capacity didefinisikan sebagai kemampuan perusahaan untuk mengidentifikasi menyerap dan mengembangkan pengetahuan baru dari luar perusahaan.

Istilah open innovation sendiri diperkenalkan oleh seorang profesor dari berkeley bernama Henry Chesbrough melalui buku yang ia tulis pada tahun 2003 berjudul Open Innovation. Dan sejak saat itu kajian mengenai open innovation berkembang pesat.

Image result for open innovation book

Semangat untuk membuka diri dan melibatkan sebanyak mungkin orang dalam merealisasikan inovasi bisa muncul dalam berbagai bentuk misal ada yang berupa penggalangan sumber daya, ini yang disebut sebagai crowdsourcing dan ada pula penggalangan sumber dana yang disebut sebagai crowdfunding.

Kunci keberhasilan open innovation terletak pada perubahan mindset dan gaya manajerial perusahaan yang tidak boleh lagi melihat teknologi baru sebagai ancaman bahwa kompetitor juga bisa diajak sebagai mitra kolaborasi karena pada akhirnya sebaik-baiknya pengetahuan adalah yang paling bisa dirasakan manfaatnya oleh sebanyak mungkin orang bukan yang disimpan sendiri.

Ada beberapa teknik yang bisa diterapkan perusahaan untuk menerapkan open innovation, yaitu:

  1. Customer immersion, yaitu proses melibatkan konsumen untuk memberikan masukan dan usulan terkait produk baru bahkan melibatkan konsumen untuk ikut merancang produk baru itu.
  2. Crowdfunding, yaitu sebuah platform di mana seorang bisa berinisiatif untuk meminta dukungan masyarakat atau sebuah ide yang sedang dikerjakan. Crowdfunding ini sudah pernah kita bahas di materi sebelumnya.
  3. Idea competition atau kompetisi ide, yaitu perusahaan bisa membuat semacam sayembara atau kompetisi untuk menjaring ide-ide baru dari masyarakat. Mungkin ide bagus juga saat 17-an nanti Pak RT tidak lagi mengadakan kompetisi makan kerupuk, tapi kompetisi ide dari warga bagaimana caranya mencegah banjir.
  4. Jejaring inovasi atau innovation network dimana perusahaan bergabung dalam suatu komunitas atau asosiasi keahlian tertentu untuk menyerap sebanyak mungkin informasi atau teknologi baru yang sedang berkembang.
  5. Produk platform yaitu dengan melibatkan pihak ketiga untuk mengembangkan aplikasi atau penambahan fitur untuk meningkatkan fungsionalitas platform utama yang diluncurkan perusahaan, misal yang dilakukan Apple dengan membagikan gratis kode bahasa pemrogaman pada masyarakat sebenarnya Apple juga mengundang masyarakat untuk membuat sebanyak mungkin aplikasi menarik untuk Iphone.

 Sekali lagi, kunci keberhasilan open inovation terletak pada perubahan mindset bahwa perusahaan tidak harus mengontrol semua aktivitas inovasi dalam perusahaan karena biasanya kontrol yang semakin tinggi justru akan mematikan inovasi. Perusahaan harus berani membuka diri dan yang paling penting adalah untuk berbagi teknologi, bahkan berbagi teknologi dengan competitor. Misalnya kolaborasi antar pemain industri handphone  untuk mengembangkan teknologi bluetooth atau berbagi teknologi dengan masyarakat seperti yang dilakukan  Wikipedia atau Linux.

Dengan cara dibagikan gratis seperti ini  justru popularitas dan skala perkembangannya meningkat sangat pesat. Semangat berbagi inilah yang kemudian saya percaya bisa menjadi solusi atas semua permasalahan yang dihadapi umat manusia saat ini. Boleh percaya boleh tidak,  mari kita buktikan sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *